Sunday, 14 June 2015

Sahabat.. untuk mencapai kesholehan bukanlah suatu hal yang mudah., namun bukan berarti sulit kan sahabt? oleh karena itu mari kita bersama-sama belajar memahami semuanya dari lingkungan sekitar sahabat. InsyaAllah dengan niat yang tulus untuk menjadi insan berkualitas baik, kemudian diselaraskan dengan ikhtiar secara sungguh-sungguh, sangatlah mudah bagi Allah SWT untuk membukakan jaln kemudahan menuju cita-cita dan tujuan yang luhur lagi mulia sahabat. :)
Berikut coretan malam ini sebagai bahan tambahan wawasan setelah membaca artikel, ternyata sorang ukhti yang sholehah sangat mengidamkan akhi yang sholeh dengan ciri-ciri berikut sahabat :
~ memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan meneladani Rosulullah SAW
~ taat dan patuh kepada orang tuanya (senang berbakti)
~ hormat kepada gurunya
~ sangat menghormati wanita (hanya orang yang mulia yang memuliakan wanita)
~ tidak gampang menggoda wanita.
~ dapat mengendalikan nafsu.
~ menundukkan pandangan kepada wanita yang bukan muhrimnya
~ pandai memilih teman yang baik dalam bergaul
~ sopan dalam bertutur kata maupun dalam tingkah lakunya
~ menghormati orang yang lebih tua dan menghargai orang yang lebih muda.
~ meluangkan waktu untuk beljar ilmu agama untuk mengimbangi ilmu duniawinya.
~ lebih senang menghabiskan waktunya untuk belajar dibanding nongkrong yang akan mendekatkan ke hal yang sia-sia.
Dari ciri-ciri tersebut tentu tidak jauh berbeda dengan apa yang diinginkan oleh seorang akhi kepada ukhti sebagai pendamping calon istri kelak. InsyaAllah seorang yang baik akan Allah SWT jodohkan/ pertemukan dengan seorang yang baik pula, dan begitu pula sebaliknya sahabat., wallahualam bishowab., :)
Mari kita bersama-sama  saling menjaga diri ini dan keluarga dengan sebaik2nya sahabat., semoga hati ini semakin peka dalam memahami setiap ayatNya yang tersirat dalam alam semesta & tersurat dalam kitab Al-Qur'an.,  amiin., salam fastabiqul khairat sahabat., :)

Thursday, 4 June 2015



Sahabatku., kemarin sewaktu diri main ke sragen, silaturahmi ke tempat rekanan bisnis di toko Lestari Baru gemolong, diri ini memperoleh beberapa cerita dari sahabat kula bernama pak didik. Beliau sangat senang sekali berbagi cerita dengan kula dan mas yanuar. Salah satu cerita beliau adalah mengenai seorang nenek dan kakek yang memiliki umur sudah lebih dari 100thn, namun masih nampak sehat seperti orang yang masih muda. Beliau nenek dan kakek ini diceritakan oleh pak didik sangat luar biasa. Beliau memiliki kebiasaan sebelum adzan sholat fardhu berkumandang senantiasa sudah bergegas menuju masjid (karena setiap kali beliau pergi ke masjid senantiasa melintasi depan toko). Tidak cukup sampai dengan disitu sahabat, beliau juga masih sangat senang berbagi ilmu dengan mengajar di TPA (Taman Pendidikan Al-Quran) kepada anak-anak di masjid. Seakan-akan beliau tak mengenal lelah untuk menikmati hidup ini dengan bersyukur masih diberi kesempatan meningkatkan kualitas ibadah melalui aktivitas yang sangat positif (perlu kita contoh wahai siapapun yang masih berjiwa muda penuh gelora).
 Ada pula cerita romantis dari nenek dan kakek tadi yaitu manakala nenek mau keluar rumah atau melakukan suatu kegiatan, beliau memiliki kebiasan untuk pamit dengan suaminya. Potongan kalimatnya kurang lebih yaitu,”mas, kula medal rumiyin nggih.. ten … (mas, saya keluar dulu yaa, ke …) ”. Hal lainnya yaitu beliau sering duduk bersama di depan rumah dengan berdzikir sahabat (nampak dari tangan beliau yang membawa tasbih, menyiratkan bahwa kita diminta untuk senantiasa mengingat sang pencipta).
Suatu ketika Pak didik berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan beliau simbah putri dan simbah kakung di suatu kegiatan. Pak didik mengambil kesempatan untuk menimba ilmu dengan mengajukan pertanyaan kepada beliau,”apa resepnya agar memiliki umur panjang seperti nenek dan kakek?”. Beliau nenek menjawab dengan lugas, padat dan jelas,”Ndableg mas”. Pak didik kemudian mengonfirmasi kembali dengan pertanyaan berikutnya,”lha kok bisa demikian nek?”. Nenek menimpali jawaban sebelumnya dengan tambahan penjelasan,”iyaa ndableg disini yaitu tidak menghiraukan perkataan orang sinis yang tidak suka dengan kita mas, yang penting dan utama kita jalani adalah senantiasa mengambil hikmah untuk mencari ridhonya Allah SWT (Sang Pencipta). Sudah itu saja kiatnya mas. Perbanyak bersyukur dan kurangi mengeluh, karena hidup itu untuk dinikmati”.
MasyaAllah.. semoga kita dapat mengambil hikmah dari setiap skenario Ilahi agar diri semakin bijak menyikapi setiap ujian dengan solusi sahabat. Aamiin. :)

Monday, 1 June 2015


Sahabatku., Alhamdulillah., Allah SWT sudah menciptakan skenario indah dalam episode kehidupan kita sebagai hamba-Nya. Dari skenario mengenai rezeki, jodoh dan kesudahan kita nanti telah diatur sedemikian indah oleh-Nya sahabat. InsyaAllah dengan kesederhanaan dalam kita bertutur kata maupun bertindak, diri ini tidak terasa semakin bijak memaknai setiap scenario indah dari Sang Pencipta sahabat. Hal tersebut adalah salah satu nikmat dari Allah SWT yang sudah sepatutnya senantiasa kita syukuri setiap hari. Kalaupun ditambah nikmat itu sudah pasti janji dari-Nya sahabat, kita ucapkan rasa syukur kita dalam lisan dengan “alhamdulillah” dan juga diri curahkan dalam tindakan sehari-hari yang mencerminkan rasa syukur tersebut. Wallahua’lam bishowab. :
Semoga dengan ikhtiar demikian kita selalu terhindar dan dijauhkan dari penyakit hati yang menjadikan diri tinggi hati sahabat., aamiin., :)
Saya menyampaikan terima kasih kepada sahabat telah menginspirasi diri ini setiap saat. Sehingga diri mengajak agar mari bersama-sama kita sambut dengan gembira sewajarnya skenario Sang Pencipta sahabat. :)


Sahabatku.. dalam sebuah komunikasi dengan salah seorang sahabat, sahabat saya memberikan pertanyaan demikian,"amalan untuk penyakit yang tidak kunjung sembuh, kegelisahan yang teramat sangat & masalah-masalah yang tidak kunjung selesai apa yaa mas?"
MasyaAllah., jawaban sederhananya adalah "Come back to Allah SWT (kembali kepada Allah SWT)" sahabat. Kenapa diri ini menyarankan untuk kembali kepada Allah? Karena segala sesuatu telah diciptakan oleh-Nya sahabat. Jadi sudah sepantasnya kita mengembalikan kepada sang pencipta segala hal tersebut. Adapun cara untuk kembali mendekat kepada-Nya yaitu dengan meningkatkn kualitas ibadah sembari berikhtiar yang terbaik diikuti prasangka diri yang baik pula..wallahua'lam bishowab.. :)

InsyaAllah hasil akan mengikuti apa yang telah diri ikhtiarkan sahabat.. aamiin..
:)

Sunday, 31 May 2015

Sahabatku.. kemarin diri ini mendapatkan pembelajaran mengenai rizki dari sebuah kajian pranikah. Pemateri menyampaikan bahwa sejatinya setiap kita telah ditentukan rizkinya masing2 oleh Allah SWT sahabat. Namun sebagaimana yang kita ketahui, kadang keraguan sering datang saat kita ingin meminang seorang putri maupun kita menerima pinangan seorang putra. Semua godaan tersebut berasal dari setan yang tidak menginginkan manusia untuk melaksanakan perintah Tuhan-nya & menjalankan sunnah Rasul-Nya sahabat. Kemarin dalam kajian tersebut juga disampaikan bahwa godaan terkuat akan menerpa siapapun ia yang sudah baligh. Apalagi bagi siapapun ia yang sudah berusia 25thn dan seterusnya namun belum menikah, keraguan dalam dirinya semakin mendalam sahabat. Seorang putra diberi keraguan dengan kebimbangan dirinya dalam menentukan pilihan siapa yang akan dipinangnya (semisal dengan dirinya didatangi perasaan tidak pantas bila meminang seorang putri). Demikian pula dengan putri akan diberi keraguan dengan menurunkan kriteria yang diidolakan sebelumnya (ibarat seorang yang menunggu bus kelas eksekutif yang tidak kunjung datang, kemudian datang kelas ekonomi pun diterimanya sahabat).
Jadi takarannya pada keyakinan kita kepada-Nya lah yang akan menentukan kapan kita memenuhi setengah diin (agama) dengan melaksakan sunnah Rasulullah SAW.. wallahua'lam bishowab.. :)

Semoga bagi sahabat yg belum nikah semakin dimantapkan keyakinannya mengenai hal rizki, sehingga dapat segera menindak lanjuti rencana hati untuk memenuhi setengah agama ilahi sahabat.. aamiin.. :)

Saturday, 30 May 2015

Sahabatku.. persepsi/ anggapan kita terhadap sesuatu memengaruhi tindakan & bahkan perasaan yg mengarah pada subjektif dari persepsi tsb..bisa dianalogikan dgn kita yg semula tahu & belum tahu bahwa suatu tempat angker sahabat.. wallahua'lam bishowab.. :)
emm.. lebih jelasnya begini sahabatku, manakala diri sudah mengetahui bahwa suatu tempat adalah angker, tentu diri saat mendengar hal yang sederhana saja semisal kain gorden yang tertiup angin akan langsung merinding. Berbeda dengan kita yang sebelumnya mungkin tidak mengetahui akan keangkeran tempat tersebut, maka diri akan netral dari anggapan apapun dan merasa nyaman saja sahabat.  :)
Semoga kita senantiasa bisa menetralkan suasana kondisi hati agar persepsi kita husnudzon kepada-Nya sahabat.. aamiin.. :)
Semangat berbagi nasihat pengingat diri sahabat.. :)